Tuesday, December 21, 2010

Christmas with Christ: melonjak kegirangan

Warga Indonesia sedang berada dalam semangat dan puncak kegembiraan setelah kesebelasan Indonesia berhasil masuk ke final kejuaraan piala AFF Suzuki Cup 2010. Slogan “garuda di dadaku” menggaung dimana-mana, ciuman para pencetak gol bagi Indonesia pada bagian dada yang tertempel lambang burung garuda itu menjadi simbol ungkapan sukacita, kegembiraan sekaligus rasa syukur atas kemenangan yang didapatkan. Sebuah ekspresi kebanggaan setelah begitu lama bangsa ini haus akan gelar juara dan haus akan penghargaan. Sudah cukup lama bangsa ini menginginkan suatu keberhasilan yang bisa membanggakan dan juga sekaligus diakui oleh bangsa-bangsa lain. Maka dalam akhirnya penantian tersebut, kegirangan itu sebentar lagi akan terwujud lewat pertandingan final melawan Malaysia. Pertandingan ini akan menjadi puncak pembuktian apakah “garuda di dadaku” memang mampu mencapai kemenangannya. Apakah bangsa ini sungguh dapat melonjak kegirangan dalam sukacita melimpah, karena apa yang dinanti-nantikan tersebut menjadi kenyataan. Apa yang dirindukan itu sudah datang dan menjadi milik yang akan ikut ditorehkan dalam sejarah persepakbolaan tanah air maupun internasional.

Kegembiraan akan kemenangan semacam itu bisa membantu kita menghayati perayaan natal kita di tahun ini juga.

Hari natal juga adalah puncak perayaan kegembiraan, sukacita sekaligus rasa syukur bagi umat manusia, karena natal membuktikan bahwa Allah berkenan kepada umat-Nya.

Hari puncak penantian seluruh umat manusia akan hadirnya seorang Juruselamat, yang mampu membawa manusia pada kemenangan yang sejati setelah berabad-abad mengalami keterpurukan, kekalahan, bahkan belenggu penjajahan atas jiwa-jiwa.

Hari dimana Allah melawat umat-Nya dan melenyapkan segala bentuk penghukuman. Dimana pada hari ini, sejarah perjalanan umat manusia akan mulai masuk pada lembaran baru. Dimana hukum akan ditundukkan pada kasih. Dimana peraturan akan ditaklukkan pada kesetiaan. Dimana pemberontakan akan ditarik pada kebenaran.

Hari yang digambarkan oleh pemazmur dengan ungkapan:
Love and faithfulness will meet
Righteousness and peace will embrace

dan kitab Kidung Agung mengungkapkannya sebagai ajakan bagi mempelai wanita untuk datang menyambut dengan penuh sukacita kehadiran sang mempelai pria :

Come then, my love, my darling, come with me
The winter is over, the rains have stopped;
In the countryside the flowers are in bloom
This is the time for singing; the song of doves is heard in the fields
Come then, my love, my darling, come with me
Let me see your lovely face and hear your enchanting voice




Hari dimana Allah merendahkan diri untuk menjadi sama dengan manusia dan bertemu dengan umat-Nya secara darah dan daging. Bisa disentuh, terlihat nyata, bisa didengar, sungguh manusiawi namun sekaligus sungguh ilahi.

Hari dimana ketakutan seharusnya menjadi lenyap, karena ALLAH menjadi begitu dekat, cinta dan kasih-Nya diungkapkan lewat pemberian diri-Nya dalam bentuk keberadaan manusia yang paling lemah, seorang bayi.

Hari dimana harapan akan kemenangan itu bukanlah sebuah mimpi yang tinggi di langit, namun dekat dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Hari dimana manusia diajak untuk bersukacita, bersorak, melompat dan bergembira, karena sungguh The LORD is with you ..... NOW!
Immanuel!







Ilustration is taken from google images

0 comments: