“ Judah, your brothers will praise you.
You hold your enemies by the neck.
Your brothers will bow down before you.
Judah is like a lion,
killing his victim and returning to his den,
stretching out and lying down.
No one dares disturb him.
No one dares disturb him.
Judah will hold the royal scepter
and his descendants will always rule.
Nations will bring him tribute
Nations will bring him tribute
and bow down in obedience before him. “
And now Jesus Christ, the son of David, has fulfilled those blessing’s prophecy of Jacob to Judah.
He is called “The Lion of Judah”

Dia yang pada mulanya dijadikan batu penjuru yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, namun akhirnya lewat penderitaan dan kesengsaraan karena cinta berhasil ditinggikan di atas segala makhluk hidup lainnya dan menjadi nama di atas segala nama dan membuat setiap lutut bertelut dan lidah mengaku bahwa Dia adalah Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan, dan Allah di atas segala illah.
Dengan satu ‘terkaman’ lewat kebangkitan-Nya dari kematian, Yesus mengalahkan pangeran kegelapan dan kembali ke Surga untuk berdiam di sana sebagai yang memerintah atas segala ciptaan.
He is a man of wisdom.
Dengan satu ‘terkaman’ lewat kebangkitan-Nya dari kematian, Yesus mengalahkan pangeran kegelapan dan kembali ke Surga untuk berdiam di sana sebagai yang memerintah atas segala ciptaan.
He is a man of wisdom.
A man of wisdom
is a man who has been molded by the hand’s of the Almighty God.
He has God’s fingerprint in every part of his journey.


0 comments:
Post a Comment