Saturday, November 12, 2011

SNACK AFTER LUNCH: doa seorang lajang



Ada lajang yang sedang berdoa minta jodoh, ada yang masih berjuang dalam doa mengharapkan jodoh, dan ada juga yang sudah ‘give up’ memohon jodoh. Bisa jadi yang sedang berdoa minta jodoh adalah lajang usia 20 – 30an [biasanya bermoto 'siapa lho?'], yang masih berharap mendapat jodoh adalah lajang usia 30 – 40 [katanya bermoto 'siapa dunk guwe'], sedang yang sudah ‘give up’ diberi jodoh adalah lajang usia 40-70an [kesian banget motonya: 'siapa azha daah'] *menertawai diri sendiri hihi*

Doa yang benar menghasilkan kedamaian, sukacita dan peneguhan akan terjangan tudingan yang menggelisahkan jiwa. Doa yang benar akan membawa ketenangan dan keyakinan bahwa Tuhan akan selalu ada, menyertai, dan memberi yang terbaik. Permohonan seorang lajang yang tidak jemu-jemu harusnya lebih banyak ditujukan pada kerinduan untuk mengetahui kehendak Allah dalam hidup dan menjadikan Dia sebagai pusat dalam kehendak dan relasi hidup. Sehingga apakah menikah atau melajang bukanlah yang utama, melainkan tetap “terus menerus datang” ke hadapan Tuhan dan memberi sinyal “ belalah hakku terhadap lawanku”.

“Lawan” bagi seorang lajang seringkali adalah rasa mengasihani diri yang berlebihan. Rasa minder di tengah kalangan teman, sanak saudara yang menikah. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri dan Allah dengan berlari ke sana ke sini untuk menyenangkan banyak orang lalu terhempas dalam ketidakbahagiaan. “Lawan” bagi seorang lajang adalah egoisme diri yang berlebihan. Seluruh dunia perlu memperhatikan dirinya. Jagad raya harus memahami masalahnya. Panggung dunia harus mendukungnya. "Lawan" bagi seorang lajang juga adalah budaya kematian hedonisme dan konsumerisme yang begitu merajai kehidupan zaman ini. Bila tidak banyak uang maka bukanlah lajang yang happy. Bila tidak banyak pacar atau tidak punya pacar maka pasti tidak happy. Bila tidak dihargai dengan banyaknya huruf jempol pada status efbi of the day maka harinya jadi kurang happy. Bila tidak selalu menerima atensi, afirmasi dan afiliasi maka harinya menjadi tidak happy. Dan masih banyak standar ukuran 'happy' yang ditentukan dari luar dan semu. "Lawan" dari seorang lajang juga adalah ketakutan akan kesepian yang menggigit dan akan opini orang lain.



Seorang lajang perlu terus menerus merenungkan ucapan Kristus, the true lover of the soul, yang berkata:

“Jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?

Doa itu bukan cuma rangkaian kata-kata tanpa makna. Namun doa harus punya selera yang membawa citra rasa semakin memberi kesedapan dalam relasi dengan Allah dan sesama. Doa terwujud dalam ekspresi diri yang tiada henti dan penuh dengan ketulusan hati. Doa semakin memurnikan hati dan memberi ruang khusus bagi kehendak Allah masuk dan bertahta.

Merefleksikan bagaimana kehidupan doaku sepanjang tahun ini di tengah kesibukan dan lari sana sini, maka dalam segala kelemahanku harus kuakui bahwa...

Bila doa yang dimaksud adalah selalu duduk diam selama beberapa jam, maka aku tidak berdoa

Bila doa yang dimaksud adalah selalu terpaku pada teks kitab suci dan memandanginya berlama-lama, maka aku tidak berdoa

Bila doa yang dimaksud adalah terus mengeluarkan begitu banyak suara dan nada-nada, maka aku tidak berdoa

Bila doa yang dimaksud adalah selalu tersungkur atau berlutut dalam kehikmatan, maka aku tidak berdoa…

Doaku adalah nama-Nya mewarnai setiap hari dalam hidupku

Doaku adalah melihat Dia dalam perjalanan waktuku

Doaku adalah mencari dia di tengah kesibukanku

Doaku adalah bertanya dimana Dia saatku terlupa

Doaku adalah memohon agar selalu percaya pada kasih setia-Nya yang selalu baru setiap pagi

Doaku adalah Dia terus menjadi yang pertama dan utama dalam hidupku

Doaku….

Ada waktu hatiku berdebar seakan Dia terhilang dalam hariku

Ada waktu mataku rindu memandang karya tangan-Nya yang memukau

Ada waktu tanganku ingin menggapai bayangan-Nya

Ada waktu kakiku ingin berlari masuk dalam dekapan-Nya

Ada waktu….

Pagi ini seorang lajang yang selibat memberi pesan penuh makna:

Not every good deed is God’s will. We must do God’s will, even if it sometimes means to do what is not popular

Nasehat yang jitu.

Doa membawa kita mengetahui kehendak Allah dalam hidup. Meskipun kehendak Allah itu sering kali bertentangan dengan kehendak diri pribadi. Tidak sesuai dengan selera dan citra rasa pribadi. Seperti seorang anak kecil yang tidak suka makan sayur, namun ibunya dengan segala daya upaya membujuknya agar sayur itu tetap disantap. Karena sang ibu sungguh mengerti manfaat sayur bagi pertumbuhan anaknya. Demikian juga dengan Allah, dia tahu kehendak-Nya adalah demi kebaikan dan keutuhan kita. Doa adalah menyantap hal-hal yang baik bagi jiwa dan roh kita.

Doa yang baik akan mengantar kita semakin mencari apa yang berkenan di hati Allah. Namun bisa jadi yang berkenan bagi Allah itu justru tidak berkenan bagi manusia. Namun doa punya kuasa meneguhkan dan menolong kita untuk mampu melakukannya. Yang pasti doa harus membawa perubahan dalam hidup,

laksana “pedang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus” dan berlari “seperti kuda menuju padang rumput, dan melonjak-lonjak bagaikan anak domba"


0 comments: